Garut,- SD IT Asy - Syafiiyah yang berada di bawah naungan Yayasan Mumtaaz El Mabruuuk menggelar kegiatan Gebyar Syiar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh nuansa religius dengan melibatkan para siswa, guru, korlas, para orang tua, pejabat setempat ( camat, pengawas, pgri, kapolsek dan dewan ) serta keluarga besar sekolah, Jumat 04/09/26.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pihak sekolah untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada para peserta didik sejak usia dini.
Pelaksanaan yang dipimpin langsung ketua yayasan Mumtaz El Mabruuk DR. KH. Rd Deden Badrusalam, M.Pd ( Abah Jiden ) diawali dengan tawasul, tausiyah, mahalul Qiyam sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para ulama serta orang-orang saleh. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Mahalul Qiyam yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh khidmat dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan dan akhlak Rasulullah SAW, sekaligus mengimplementasikan sifat-sifat terpuji dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Cara menghafal dekat dengan Rasul diterapkan tepuk nabi dan lagu lagu islami yang berkaitan dengan Rasul. Tujuannya agar soleh solehah hapal yang berkaitan dengan sejarah Nabi Muhammad SAW.
Kemeriahan Gebyar Syiar Maulid Nabi 1448 H semakin terasa saat para siswa mengikuti tausiyah dengan penuh perhatian. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat menambah wawasan serta memotivasi peserta didik untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Suasana acara juga semakin semarak dengan penampilan badut Maulid yang menghibur sekaligus menyampaikan pesan-pesan Islami secara ringan dan menyenangkan. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari para siswa dan menjadi bagian yang menarik dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi.
Pihak SD IT Asy-Syafiiyah menilai bahwa pendidikan karakter dan akhlak merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, santun dan berakhlakul karimah.
Keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para siswa dalam membangun sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, saling menghormati serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Sebagai bentuk kebersamaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan tumpeng dari para koordinator kelas atau korlas dari 17 kelas. Tumpeng tersebut menjadi simbol rasa syukur, kekompakan dan partisipasi seluruh keluarga besar sekolah dalam menyukseskan Gebyar Syiar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Selain rangkaian kegiatan keagamaan, panitia juga menyiapkan penghargaan bagi para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan prestasi siswa. Adapun hadiah yang diberikan meliputi Juara 1 kelas atas dan kelas bawah masing-masing sebesar Rp. 300.000, Juara 2 kelas atas dan kelas bawah masing-masing sebesar Rp. 250.000, serta Juara 3 kelas atas dan kelas bawah masing-masing sebesar Rp. 200.000. Sementara itu, penghargaan Harapan 1 sebesar Rp.150.000, Harapan 2 sebesar Rp. 100.000, dan Harapan 3 sebesar Rp. 50.000.
Dalam pelaksanaan lomba, Camat Kecamatan Leuwigoong ,Kapolsek, Korwil Pendidikan Leuwigoong , PGRI dan Anggota DPRD fraksi Golkar turut berperan sebagai juri. Keterlibatan unsur pemerintahan, kepolisian, pendidikan, organisasi profesi guru, dan dewan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pembinaan karakter serta pengembangan bakat siswa di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar Yayasan Mumtaaz El Mabruuuk juga terus mendorong agar kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa. Pendidikan agama diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan akademik dan keterampilan peserta didik.
Dengan mengusung semangat Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, SD IT Asy-Syafiiyah berharap seluruh siswa mampu mengambil hikmah dari kehidupan Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap.
Undang Wardi
