Perhutani KPH Cianjur dan Disparbud Jabar Teken MoU, Situs Kuta Tanggeuhan Diproyeksikan Jadi Destinasi Sejarah Berkelanjutan



Cianjur. Lintasinvestasi.id-
Upaya untuk mengembangkan dan mendongkrak pariwisata daerah dan berbagai potensi wisata alam berbasis sejarah dan budaya di kawasan hutan Cianjur, terus dilakukan. 

Untuk mewujudkan upaya tersebut 
Perum Perhutani KPH Cianjur bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan Situs Kuta Tanggeuhan, di Desa Batulawang, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis antara Badan Usaga Milik Negara (BUMN) dengan Pemerintah Daerah dalam mengintegrasikan fungsi ekologi hutan dengan pelestarian cagar budaya, untuk mendorong Situs Kuta Tanggeuhan tidak hanya sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukatif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Pemanfaatan jasa lingkungan kawasan tersebut diharapkan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, nilai sejarah, serta karakter budaya yang melekat pada Situs Kuta Tanggeuhan.

Melalui sinergi antara Perhutani dan Disparbud Jabar, pengembangan kawasan diharapkan tidak sekadar mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, keberadaan situs bersejarah tersebut diharapkan mampu menjadi ruang edukasi bagi generasi muda sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan destinasi wisata yang mengedepankan keseimbangan antara kepentingan konservasi, pelestarian sejarah dan budaya, serta pemberdayaan masyarakat.

Dengan adanya MoU tersebut, Situs Kuta Tanggeuhan memiliki peluang untuk dikembangkan secara lebih terarah sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Cianjur.

Pengembangan kawasan tentunya membutuhkan kolaborasi berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengelola kawasan, masyarakat, serta para pelaku pariwisata.

Kepala Divisi Regional (Kadivreg) Perhutani Jawa Barat dan Banten, Yudha Suswardhanto menyampaikan, bahwa Kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen Perhutani dalam mengoptimalkan fungsi kawasan hutan, tidak hanya dari aspek produksi dan ekologi, tetapi juga sebagai ruang pemanfaatan jasa lingkungan berupa wisata sejarah dan budaya.

"Kami berharap Situs Kuta Tanggeuhan dapat dikelola secara profesional, aman, dan tetap menjaga kelestarian ekosistem hutan di sekitarnya sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas." katanya. Jum'at 04/09/2026.

Sementara Administratur KPH Cianjur, Herdy Indriawan menyampaikan, bahwa KPH Cianjur menyambut baik dan siap mengawal implementasi PKS ( MoU) Pemanfaatan Jasa Lingkungan di Situs Kuta Tanggeuhan ini.

"Wilayah kerja kami di Cianjur memiliki potensi wisata alam dan historis yang luar biasa. Sinergi dengan Disparbud Provinsi Jawa Barat ini akan menjadi landasan hukum yang kuat dalam penataan destinasi, peningkatan kenyamanan pengunjung, serta pelibatan aktif Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) demi kesejahteraan ekonomi lokal." ungkapnya.

Ditempat sama, Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat, dr. Lendra Sofyan menyampaikan, bahwa Situs Kuta Tanggeuhan adalah aset peradaban yang bernilai tinggi.

Melalui kolaborasi strategis bersama Perhutani KPH Cianjur ini, pihaknya optimistis dapat menghadirkan destinasi pariwisata terintegrasi yang memadukan keindahan alam dan kekayaan cagar budaya.

"Penataan ini tidak hanya berfokus pada kunjungan wisata, tetapi juga pada upaya edukasi, konservasi, dan pelindungan warisan leluhur agar tetap lestari di masa depan." Terangnya.

Diharapkan, langkah bersama Perhutani KPH Cianjur dan Disparbud Jabar ini mampu mengangkat potensi Situs Kuta Tanggeuhan ke tingkat yang lebih luas, sekaligus memastikan warisan sejarah tersebut tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

“Pelestarian sejarah dan pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan. Dengan pengelolaan yang tepat, Situs Kuta Tanggeuhan bukan hanya menjadi tempat yang memiliki nilai sejarah, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Eyang.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama