Cianjur. Lintasinvestigasi.id-
Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai mematangkan langkah menuju pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak secara digital.
Terobosan ini diharapkan mampu membawa perubahan dalam pelaksanaan demokrasi di tingkat desa sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan modern.
Hal tersebut disampaikan Bupati Cianjur, dr. M. Wahyu Ferdian, Sp. O.G dalam kegiatan sosialisasi Pilkades serentak secara digital yang melibatkan sejumlah unsur terkait, di Aula Bale Praja Pendopo Kabupaten Cianjur, 31 Agustus 2026.
Kata Bupati, sosialisasi ini menjadi bagian penting untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme serta kesiapan pelaksanaan Pilkades dengan memanfaatkan teknologi digital.
Wahyu menilai, perkembangan teknologi sudah semestinya dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, termasuk dalam proses pemilihan kepala desa.
Melalui sistem digital, proses pemilihan diharapkan dapat berlangsung lebih tertib, cepat dan transparan. Namun demikian, penerapannya tetap membutuhkan kesiapan, baik dari sisi teknologi, sumber daya manusia maupun pemahaman masyarakat.
“Jangan sampai teknologi justru menjadi kendala. Karena itu, semua pihak harus benar-benar memahami sistem yang akan digunakan, menjadi salah satu poin penting dalam sosialisasi tersebut," katanya. Senin 31/08/2026.
Menurutnya, Pilkades bukan hanya persoalan memilih seorang kepala desa, tetapi juga menyangkut masa depan masyarakat dan arah pembangunan desa selama kepala desa terpilih menjalankan amanahnya.
Karena itu, prosesnya harus dilaksanakan secara terbuka, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat sebagai pemilik hak suara juga harus mendapatkan informasi yang jelas agar tidak mengalami kebingungan saat sistem digital tersebut diterapkan.
Pemkab Cianjur pun diharapkan terus melakukan sosialisasi hingga ke tingkat masyarakat, khususnya di desa-desa yang nantinya akan melaksanakan Pilkades secara digital.
Dengan persiapan yang matang, Pilkades serentak secara digital di Kabupaten Cianjur diharapkan tidak sekadar menjadi perubahan dari sistem manual ke sistem elektronik, tetapi menjadi langkah nyata menuju demokrasi desa yang lebih transparan, akuntabel dan modern.
"Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh proses Pilkades tetap menjaga kepercayaan masyarakat dan menghasilkan pemimpin desa yang benar-benar lahir dari pilihan rakyat," pungkasnya.
Eyang
