Tanggapan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Terkait Dugaan Penyalahgunaan Obat oleh Siswa



SUMEDANG, Senin 4 Mei 2026 — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E., angkat bicara terkait adanya dugaan penyalahgunaan obat-obatan di kalangan pelajar.

Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, beberapa hari sebelumnya memang ditemukan adanya perilaku mencurigakan dari sejumlah siswa di area kantin sekolah. 

Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh penjaga warung dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak sekolah dengan memanggil siswa ke ruang guru.

Namun demikian, hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa dugaan konsumsi obat-obatan tersebut dilakukan di luar lingkungan sekolah. Dari hasil pendalaman, diketahui terdapat beberapa siswa yang terindikasi dengan jenis obat yang berbeda-beda.

“Kami memastikan bahwa pihak sekolah telah bergerak cepat dan melakukan langkah penanganan secara berjenjang,” ujar Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan, lanjutnya, antara lain:

Pada hari Jumat dilakukan pembinaan oleh guru BK dan kesiswaan kepada siswa yang diduga terindikasi;

Pada hari Sabtu dilakukan pembinaan lanjutan oleh kepala sekolah serta pemanggilan orang tua. Kemudian pada hari Senin, orang tua hadir ke sekolah untuk memperkuat komunikasi dan pembinaan bersama. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan surat pernyataan oleh orang tua, siswa, wali kelas, dan diketahui kepala sekolah sebagai bentuk komitmen dan efek jera;

Pada hari Selasa dan Rabu, siswa yang bersangkutan kembali mendapatkan pembinaan khusus oleh guru dan kepala sekolah di ruang tertentu, termasuk kegiatan disiplin seperti pembelajaran terarah dan latihan baris-berbaris;

Sebagai langkah pencegahan, pada Senin, 4 Mei 2026, akan dilaksanakan pembinaan dari BNN Kabupaten Sumedang guna meningkatkan pemahaman siswa terkait bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan obat-obatan maupun tindakan yang dapat membahayakan siswa.

“Ini menjadi perhatian serius bagi kami. 
Pengawasan akan diperketat dan evaluasi akan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada orang tua agar lebih aktif dalam mengawasi pergaulan anak, terutama di luar lingkungan sekolah.

“Peran keluarga sangat penting dalam pencegahan. Sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci utama,” pungkasnya.
* Henra

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama