SUMEDANG, Selasa 28 April 2026 — Suasana haru dan penuh penghormatan menyelimuti halaman Mapolsek Tanjungsari saat digelarnya acara pelepasan purna tugas Kapolsek Tanjungsari, Kompol Nanang Supiryanto. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi panjang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kehadiran tokoh sepak bola nasional sekaligus Manager Persib Bandung, H.Umuh Muchtar, menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut. Didampingi Ibu Hj. Pipin, Umuh Muchtar tampak membaur bersama unsur Forkopimcam dan masyarakat, memperkuat nuansa kebersamaan lintas elemen.
Turut hadir Camat Tanjungsari Agus Beni Triyadie, Danramil 1004 Tanjungsari Agus Hermawan, Sekcam Tanjungsari Agus Turaz, Ketua Ranting Bhayangkari Tanjungsari Eva Nanang, serta Ketua Apdesi Kecamatan Tanjungsari Ayat Ruhiyat. Hadir pula jajaran kepala desa se-Kecamatan Tanjungsari, anggota Koramil 1004, personel Polsek, hingga pengurus Bhayangkari dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Tanjungsari, Agus Beni Triyadie, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kepemimpinan Kompol Nanang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Beliau mampu menghadirkan rasa aman sekaligus menjadi figur yang merangkul semua elemen. Ini adalah warisan kepemimpinan yang patut dilanjutkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kompol Nanang Supiryanto menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama dirinya bertugas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kondusivitas wilayah tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor.
“Sinergi adalah kunci. Apa yang telah kita bangun bersama di Tanjungsari semoga terus terjaga dan semakin kuat ke depan,” ucapnya.
Acara berlangsung khidmat namun hangat, ditandai dengan pemberian cinderamata, ungkapan kesan dan pesan, serta sesi foto bersama. Kehadiran berbagai unsur, termasuk tokoh publik seperti H. Umuh Muchtar, mencerminkan kuatnya hubungan antara aparat, pemerintah, dan masyarakat.
Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas perjalanan panjang pengabdian seorang aparat yang telah menorehkan jejak nyata di tengah masyarakat. Sebuah penutup yang layak bagi dedikasi, sekaligus awal dari estafet kepemimpinan berikutnya di wilayah Tanjungsari.
* Henra

