Tasikmalaya — Ada yang berbeda dari peringatan HUT Persit tahun ini. Bukan sekadar seremoni atau potong tumpeng, melainkan sebuah gerakan sunyi yang justru berdampak panjang: menanam kehidupan.
Pada Jumat, 17 April 2026, jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya Koorcab Korem 062/PD III Siliwangi menggelar kegiatan penanaman pohon yang sarat makna. Di bawah komando Ketua Persit KCK Ny. Rima Imvan Ibrahim, kegiatan ini bukan hanya tentang menanam bibit, tapi juga menanam harapan.
Deretan pohon pilihan seperti mangga kiojay, matoa, jambu batu kristal, jambu citra merah, hingga jambu madu delima ditanam dengan penuh semangat oleh para pengurus Persit. Bukan tanpa alasan, jenis-jenis tanaman ini dipilih karena nilai manfaatnya yang nyata baik secara ekologis maupun ekonomis bagi masyarakat sekitar.
Namun, di balik aktivitas sederhana itu, tersimpan pesan kuat: bahwa peran perempuan, khususnya Persit, bukan hanya mendampingi, tetapi juga menggerakkan. Dari tanah yang digali, ada komitmen yang ditanam. Dari pohon yang tumbuh, ada masa depan yang dijaga.
Ketua Persit KCK Cabang XXIII menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, menanam pohon hari ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi yang akan datang.
Suasana kebersamaan terasa hangat. Tangan-tangan yang biasanya sibuk dalam rutinitas organisasi kini bersatu dengan tanah, menyatu dengan alam. Tawa, canda, dan semangat gotong royong menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Momentum HUT ke-80 ini pun seakan menjadi pengingat: usia boleh bertambah, tapi semangat untuk memberi manfaat tak boleh pudar. Persit hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai energi penggerak perubahan dimulai dari hal kecil, seperti menanam pohon.
Karena sejatinya, menjaga bumi adalah cara paling sederhana untuk mencintai kehidupan.
Red
