Cianjur. Lintasinvestigasi.id-
Akibat dari musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, kini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Di daerah resapan air, sumber mata air dimana-mana mulai kering dan menyusut. Ketersediaan sumber air, membuat sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kondisi tersebut sangat dirasakan warga Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi.
Melihat fakta nyata banyak warga masyarakat, khususnya di wilayah kawasan hutan Desa Cihea, Perum Perhutani KPH Cianjur menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
Dalam pelaksanaannya, Perhutani berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Cihea agar distribusi air bersih dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dengan tepat sasaran.
Penyaluran bantuan air bersih ini, dilaksanakan di wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ciranjang Selatan dengan melibatkan jajaran manajemen KPH Cianjur dan petugas lapangan.
Administratur KPH Cianjur, Herdy Indriawan menyampaikan, bahwa penyaluran bantuan air bersih merupakan bagian dari kepedulian Perhutani terhadap masyarakat di sekitar kawasan hutan.
“Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian Perhutani kepada masyarakat, khususnya warga Desa Cihea yang terdampak musim kemarau," kata Herdy. Selasa 01/09/2026.
Pihaknya berharap, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus memperkuat hubungan baik antara Perhutani dengan masyarakat desa hutan.
Kata Herdy, bantuan tersebut menjadi bentuk respons Perhutani terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
"Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya untuk keperluan rumah tangga sehari-hari," ujarnya.
Kondisi kekeringan di wilayah Haurwangi sendiri, sebelumnya juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Polres Cianjur, misalnya, telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik di Kecamatan Haurwangi setelah menerima laporan masyarakat terkait menurunnya ketersediaan air.
Bahkan, berdasarkan data PMI Kabupaten Cianjur, Haurwangi termasuk salah satu wilayah yang terdampak musim kemarau dan masuk dalam wilayah pendistribusian bantuan air bersih.
Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan air bersih akibat kemarau tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi telah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, kolaborasi berbagai pihak, termasuk Perhutani, pemerintah daerah, aparat, serta lembaga kemanusiaan, menjadi penting agar kebutuhan air bersih warga terdampak dapat terus terpenuhi selama musim kemarau.
Herdy menegaskan, Perhutani KPH Cianjur pun menyatakan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar kawasan hutan melalui bantuan air bersih tersebut.
Dijelaskan Herdy, bantuan itu tidak hanya sekadar meringankan beban warga dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian bersama dalam menghadapi dampak kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Cianjur berharap kepedulian dan sinergi dengan masyarakat sekitar kawasan hutan dapat terus terjaga.
"Hubungan yang baik dengan masyarakat, diharapkan dapat mendukung upaya bersama dalam menjaga keamanan hutan, mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah kerja BKPH Ciranjang Selatan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cihea, Supriatna menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi bantuan air bersih yang disalurkan Perhutani KPH Cianjur.
“Kami atas nama warga Desa Cihea, sangat berterima kasih kepada pihak Perhutani KPH Cianjur dan BKPH Ciranjang Selatan atas bantuan air bersih ini," katanya.
Bantuan air bersih ini kata kades, sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi musim kemarau yang ekstreem ini.
Kades berharap, hubungan yang telah terjalin baik dengan Perhutani KPH Cianjur, diharapkan dapat mendukung upaya bersama dalam menjaga kekestarian dan keamanan hutan, guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta menjaga keasrian lingkungan,khususnya di wilayah kerja BKPH Ciranjang Selatan.
Eyang
