BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem, Fenomena Bediding Bikin Suhu Malam Hari Makin Dingin


 Jakarta, 18 Juni 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Meskipun sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau, dinamika atmosfer masih berpotensi memicu cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan. 

Selain potensi hujan lebat, masyarakat juga mulai merasakan fenomena bediding, yaitu kondisi suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga dini hari. Fenomena ini umum terjadi saat musim kemarau akibat berkurangnya tutupan awan dan menguatnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin. BMKG menegaskan bahwa bediding merupakan fenomena musiman dan bukan termasuk cuaca ekstrem. 

Sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang antara lain Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan. Sementara itu, suhu dingin pada malam hari lebih terasa di wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta beberapa daerah dataran tinggi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Warga yang berada di daerah dengan suhu dingin dianjurkan menggunakan pakaian hangat dan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.

Imbauan BMKG

Waspada hujan lebat dan angin kencang.

Hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan.

Gunakan pakaian hangat saat malam dan dini hari.

Pantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi BMKG.

Redaksi

Media Lintas Investigasi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama