Polres Cilegon laksanakaan Kegiatan Latpraops Ketupat Maung 2026.



 

Cilegon- Pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2026 pukul 09.15 Wib di aula Wicaksana Laghawa Polres Cilegon dilaksanakan kegiatan Latpraops Ketupat Maung 2026 dengan menghadirkan narasumber CEO BCO (Berita Cilegon Online).

*Melalui Latihan Pra Operasi Tingkatkan Kemampuan dan Profesionalisme Polri dalam Pelayanan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Guna Memelihara Keamanan Dalam Negeri*

Kegiatan Latpraops Ketupat Maung dihadiri

1. Kaopspres AKBP Dr. MARTUA RAJA TARIPAR LAUT SILITONGA, S.H, S.I.K, M.Si.

2. Wakaopspres Kompol MOCHAMAD RIDZKY SALATUN, S.I.K. 

3. Karendalopspres AKP CHAIRUL ANAM, S.H, M.H, M.Si. 

4. Para Kapospam dan Kasatgas

5. Para Padal dan anggota yang terlibat Ops Ketupat Maung 2026.

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr Martua Raja Taripar Laut Silitonga S.H S.IK M.S.I menjelaskan Pada kesempatan hari ini,menghadirkan pimpinan redaksi BCO dengan harapan dapat mengetahui secara langsung berbagai kejadian maupun situasi yang ada di wilayah hukum Polres Cilegon sehingga para Kapolsek dan seluruh anggota dapat memberikan informasi yang akurat terkait pelaksanaan tugas di lapangan.

Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Kepolisian terpusat Ketupat tahun 2026 yang bertujuan untuk menjamin keamanan keselamatan, ketertiban serta kelancaran masyarakat dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 

Kapolres Cilegon menekankan beberapa hal kepada seluruh personel yaitu 

a. Hindari segala bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan tugas baik pelanggaran selama Operasi Ketupat. 

b. Catat setiap kegiatan dalam buku mutasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat sebagai bentuk pertanggungjawaban dan administrasi kegiatan.

c. Dengarkan dan pahami materi dari narasumber sehingga dapat menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

d. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis dan profesional, serta utamakan keselamatan personel dalam setiap kegiatan.

e. Perkuat sinergitas dan koordinasi dengan instansi terkait seperti TNI, Dishub, Satpol PP tenaga kesehatan serta unsur lainnya guna mendukung kelancaran Operasi Ketupat.

Saya berharap melalui kegiatan Latpraops ini seluruh personel dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Maung Tahun 2026 di wilayah hukum Polres Cilegon dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Ditempat yang sama CEO BCO (Berita Cilegon Online) Saudara Fauzi Albarra CHt, CNLP  

*Membangun Harmonisasi dan Komunikasi Efektif Ala NLP (Neoru Linguistic Programming)*

Maksud dan tujuan kami berdiri disini untuk sama-sama belajar bagaimana tata cara yang baik dan benar berkomunikasi dihadapan masyarakat pada pelaksanaan tugas pengamanan arus mudik lebaran dan arus wisata pantai dalam rangka liburan Idul Fitri 1447 H.

Penegasan kabagops Polres Cilegon AKP Choirul Anam 

Dasar hukum pelaksanaan operasi ini meliputi 

a. ​Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.  

b. ​Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.  

c. ​Perkap Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perkap Nomor 1 Tahun 2019 tentang Sistem, Manajemen, dan Standar Keberhasilan Operasional Polri.  

d. ​Rencana Operasi Ketupat Maung-2026 Nomor: R/Renops/3/III/OPS.1.1./2026 tanggal 6 Maret 2026 mengenai Pelayanan Perayaan Idul Fitri 1447 H. 

Garis waktu (timeline) kegiatan dimulai dengan Operasi Pekat selama 10 hari pada Februari 2026. Rangkaian persiapan meliputi Rakor Internal dan Eksternal, pengecekan sarana prasarana (sarpras), Latpraops pada 26 Maret, serta pendirian Pospam. Apel Gelar Pasukan dilaksanakan pada 27 Maret 2026. Operasi Ketupat 2026 sendiri berlangsung selama 13 hari, dimulai pada akhir Maret hingga April, mencakup pengamanan malam takbir Idul Fitri 1447 H dan pengamanan wisata. Pasca operasi, dilanjutkan dengan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) selama 4 hari.

Cara bertindak umum ditetapkan berdasarkan lokasi :  

a. ​Pelabuhan & Arteri/Wisata : Menerapkan rekayasa lalu lintas (buka tutup, alih arus, one way sepenggal), penjagaan, patroli tim urai, dan delay system.  

b. ​Jalan Tol : Melakukan buka-tutup arus, kanalisasi (delay system), pengalihan arus, contra flow, one way situasional, dan manajemen arus di U-turn.  

c. ​Stasiun/Terminal : Mendirikan Pos Pam, mengatur arus keluar-masuk, serta koordinasi keamanan setempat.  

d. ​Tempat Ibadah : Mendirikan Pos Pam/Pos Yan, patroli terjadwal, dan ploting personel saat pelaksanaan ibadah.

Cara bertindak khusus untuk Satgas Preemtif :

a. ​Subsatgas Intelijen : Menyusun perkiraan ancaman, melakukan deteksi aksi melalui penyelidikan/pengamanan/penggalangan, serta memonitor perkembangan situasi Kamtibmas secara dinamis.  

b. ​Subsatgas Binmas : Melaksanakan sosialisasi kepatuhan aturan mudik, memberikan pembinaan penyuluhan (binluh) pencegahan kejahatan, dan berkoordinasi dengan Pamswakarsa.

Cara bertindak Satgas Preventif mencakup deteksi benda berbahaya di lokasi keramaian, patroli dan penjagaan di masjid, pelabuhan, stasiun, terminal, pusat perbelanjaan, serta objek wisata. Selain itu, dilakukan pengaturan lalu lintas di jalur arteri dan buffer zone, serta koordinasi intensif dengan pengelola pelabuhan dan tempat wisata untuk mengantisipasi kepadatan. Anggota juga memberikan imbauan kamtibmas kepada pemudik dan juru parkir agar tertib.

Cara bertindak Satgas Kamseltibcarlantas meliputi patroli di ruas arteri, tol, dan jalur wisata, serta pengaturan lalu lintas di titik rawan macet dan kecelakaan. Tugas teknis mencakup pengaturan parkir pelabuhan, rekayasa lalu lintas (ganjil-genap, pembatasan angkutan barang), kanalisasi jenis kendaraan di gerbang pelabuhan, serta pelaksanaan olah TKP laka lantas menonjol dengan teknologi analisis kecelakaan.

Cara bertindak Satgas Gakkum berfokus pada penyelidikan dan penyidikan tindak pidana selama operasi, termasuk penimbunan bapok dan peredaran makanan kedaluwarsa. Selain itu, dilakukan monitoring kejahatan siber, patroli media sosial untuk menindak pelaku hoaks atau provokator, serta pengolahan data informasi untuk menangkal isu negatif terkait Idul Fitri.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama