CIAMIS-Bencana alam angin puting Beliung menerjang wilayah Desa Bantardawa Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis Sabtu Sore (28/03/2026)
Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah, serta menyisakan puing puing yang berserakan disepanjang jalan Desa.
Tokoh masyarakat setempat, Marsono, melaporkan bahwa gempuran angin paling hebat menghantam RT 10.
Menurut pantauan awal di lapangan, sedikitnya 15 rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan serius.
"Hancur, hancur lebur!" teriak seorang warga dalam rekaman amatir saat menyaksikan atap rumah milik Rohidin terbang tersapu angin, meninggalkan rangka kayu yang patah di bawah langit mendung.
Atap Beterbangan dan Pohon Tumbang
Selain menghancurkan hunian, amuk badai ini merobohkan pepohonan kelapa hingga patah menjadi dua.
Di RT 11, sejumlah bangunan permanen mengalami kerusakan struktur yang cukup berat.
Terjangan angin tidak hanya menyasar rumah warga biasa, tetapi juga merusak kediaman sejumlah tokoh setempat, mulai dari rumah bidan desa, kediaman Sandun, hingga rumah milik anggota BPD, Elan.
Kerusakan tersebut merata dari bagian atap hingga teras yang ambruk total.
Bahkan, sebuah minibus hitam terjebak di depan rumah yang atapnya telah rata dengan tanah.
Sementara itu, beberapa tembok rumah nampak retak-retak dan pagar permanen roboh setelah tertimpa material bangunan yang beterbangan.
Gotong Royong di Tengah Duka
Meskipun sisa gemuruh angin masih terasa, warga Bantardawa segera bergerak secara spontan.
Mereka berkumpul di jalanan untuk menyingkirkan ranting pohon yang menutupi akses kendaraan.
Di tengah gerimis, warga yang mengenakan jas hujan dan caping bahu-membahu mengevakuasi barang-barang berharga dari rumah yang kini tak lagi beratap.
Kepala Desa Bantardawa, Dena Suparman, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan sementara, dampak kerusakan tersebar di tiga titik utama.
"Di wilayah RT 10 tercatat 15 rumah rusak, disusul RT 11 sebanyak 7 rumah, dan RT 12 sebanyak 4 rumah," ungkapnya saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, informasi tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan di lapangan masih terus dilakukan.
Pihak pemerintah desa bersama instansi terkait masih menyisir lokasi terdampak, sehingga total kerugian materiil akibat bencana ini belum bisa dipastikan secara rinci.**(MUL)


