Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Resmi Ditutup, Kepala Disdikpora Cianjur Tekankan Semangat Pendidikan Kesetaraan



Cianjur. Linrasinvestigasi.id-
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, H. Ruhly Solehudin, S.Ag., M.Si., secara resmi menutup kegiatan Gema Tunas V Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tingkat Jawa Barat, yang berlangsung di Sarongge Valley, Kabupaten Cianjur, Minggu 20/9/2026.

Penutupan tersebut ditandai dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan perkemahan yang diikuti warga belajar, pendamping, serta pengelola PKBM dan SKB dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga belajar PKBM dan SKB untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta mengembangkan potensi dan kreativitas dalam lingkungan pendidikan nonformal.

Dalam sambutannya, Ruhly mengatakan, Gema Tunas bukan sekadar kegiatan perkemahan maupun ajang perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter warga belajar pendidikan nonformal.

"Warga belajar harus terus belajar dan terus berkarya. PKBM harus berkarya, berbakti, dan peduli. Kita ingin warga belajar memiliki ciri khas, memiliki keterampilan, dan mampu menjadi wirausaha,” katanya. Minggu 20/09/2026.

Kata Ruhly, PKBM dan SKB harus mampu mengembangkan potensi warga belajar sesuai dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing daerah.

Karena pendidikan nonformal, tidak cukup hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga harus membekali warga belajar dengan keterampilan dan kemandirian.

Dikatakannya, Gema Tunas V PKBM dan SKB Jawa Barat Tahun 2026 ini mengusung tema semangat PKBM dan SKB berkarya, berbakti, dan peduli. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan, pembinaan karakter, serta perlombaan yang mendorong kedisiplinan, kerja sama, kreativitas dan kemandirian.

Sementara itu, Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur Deni Abdul Kholik mengatakan, pelaksanaan Gema Tunas V menjadi pengalaman berharga bagi warga belajar.

Menurut dia, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan nonformal memiliki ruang yang luas untuk membentuk karakter sekaligus menggali potensi warga belajar.

“Gema Tunas menjadi momentum bagi warga belajar untuk belajar bersama, membangun persaudaraan, melatih kemandirian, sekaligus menunjukkan bahwa warga belajar PKBM mampu berprestasi,” kata Deni.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah Sementara itu, Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur Deni Abdul Kholik mengatakan, pelaksanaan Gema Tunas V menjadi pengalaman berharga bagi warga belajar.

Menurut dia, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan nonformal memiliki ruang yang luas untuk membentuk karakter sekaligus menggali potensi warga belajar.

“Gema Tunas menjadi momentum bagi warga belajar untuk belajar bersama, membangun persaudaraan, melatih kemandirian, sekaligus menunjukkan bahwa warga belajar PKBM mampu berprestasi,” kata Deni.

Deni mengaengatakn, Gema tunas V tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga membuka ruang interaksi dan pertukaran pengalaman ant warga belajar maupun penyelenggara pendidikan nonformal.

Dengan berakhirnya kegiatan Gema Tunas V di Sarongge Valley, diharapkan semangat kebersamaan dan pengalaman yang diperoleh para peserta dapat terus dikembangkan di lingkungan masing-masing.


Selama acara itu berlangsung, berbagai kegiatan yang di pertandingkan, Kabupten keluar sebagai juara umum, dan Kabupaten Garut menjadi juara tervaforit, sekaligus menjadi tuan rumah GemaTunus VI Tahun 2027.

Eyang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama