BGN mengelar pelatihan Guna menjamin keamanan pangan


 

CIAMIS- Badan Gizi Nasional (BGN) tengah memacu persiapan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ciamis. Guna menjamin keamanan pangan, BGN menggelar pelatihan intensif bagi ratusan penjamah dan penyedia makanan sebagai syarat mutlak sebelum dapur umum ini resmi mengepul.

​Koordinator BGN Ciamis, Eggy Arman, menegaskan bahwa seluruh unit SPPG kini telah memiliki nakhoda resmi.

Kendati demikian, pihaknya enggan terburu-buru membuka layanan sebelum memastikan sumber daya manusia (SDM) di lapangan benar-benar kompeten.

​“Kami mewajibkan para petugas memahami teknik pengolahan makanan yang benar sekaligus menguasai standar sanitasi tanpa kompromi,” ujar Eggy pada Jumat, 27 Maret 2026.

​Menguji Kelayakan dari Dapur hingga Laboratorium

​Langkah serius ini melibatkan 220 peserta dari delapan kecamatan, mulai dari Panawangan hingga Jatinagara.

Tak bekerja sendiri, BGN menggandeng Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat untuk mengawal seluruh proses sesuai protokol kesehatan.

​Sejauh ini, progres sertifikasi menunjukkan angka yang signifikan:

​105 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

​145 SPPG lainnya masih tertahan di meja uji laboratoriu

​Eggy menjelaskan bahwa tim penguji menyisir seluruh aspek produksi secara menyeluruh. Petugas laboratorium tidak hanya memeriksa bahan baku seperti protein hewani dan sayuran, tetapi juga mengaudit kebersihan peralatan masak hingga kesehatan para relawan.

​Waspadai Kualitas Air Sumur

​Di tengah proses verifikasi tersebut, kualitas air muncul sebagai tantangan paling krusial.

BGN Ciamis menemukan bahwa penggunaan air sumur kerap menjadi batu sandungan yang menyebabkan kegagalan uji laboratorium.

​Sebagai langkah antisipasi, Eggy mendorong tiap unit untuk beralih menggunakan air galon isi ulang yang kualitasnya lebih stabil.

"Air adalah komponen paling rawan. Kami menyarankan air galon agar hasil uji lebih aman dan risiko kontaminasi bisa kita tekan seminimal mungkin," tambahnya.

​Proses uji laboratorium ini memakan waktu 8 hingga 14 hari. Jika ditemukan parameter yang tidak memenuhi syarat.

BGN akan memerintahkan pengujian ulang hingga standar keamanan terpenuhi.

​Menjamin Gizi dari Panci hingga Piring

​Setelah semua prosedur administratif dan laboratorium rampung, BGN akan melakukan uji petik langsung pada masakan yang siap distribusikan.

Skema ini bertujuan memastikan bahwa gizi yang sampai ke tangan masyarakat tidak hanya kaya nutrisi, tetapi juga higienis.

​Melalui pengawasan ketat ini, BGN Ciamis optimistis seluruh SPPG dapat segera beroperasi. Fokus utamanya jelas: menghadirkan layanan pemenuhan gizi masyarakat yang optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan pangan sedikit pun.***mul

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama